Kronologi Batalnya Konser Avenged Sevenfold di Indonesia


Senin (30/04/12)

Dini hari, informasi dari mereka yang tidak terlarut dalam euforia (tidak sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat konser) banyak yang melihat running text di Metro TV: “Konser A7X terancam batal”

Sore, Avenged Sevenfold tiba di bandara Soekarno-Hatta, “Welcome To Indonesia Avenged Sevenfold” pun sempat menjadi Trending Topic Worldwide.

Malam, di hotel setelah konferensi press terlihat banyak kru yang tidak suka dengan promotor, disaat menunggu bus, kru A7X juga terlihat menjauh dari promotor. Saat di hotel pun banyak wartawan yang mengumpat pada si promotor.

Ada fans dari Aussie yang kenal dengan kru A7X, dari informasi mereka di malam itu ada kemungkinan mereka membatalkan konser karena sejak awal sudah ada masalah dengan promotor.

 

Selasa (01/05/12)

Pagi, kru A7X mendatangi venue untuk melihat persiapan dan kemungkinan untuk check sound, mereka mengambil foto stage dari berbagai sisi untuk tau kelayakannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak A7X menyatakan stage tidak layak dan tidak safety untuk dipakai konser. Namun hal ini belum diumumkan ke publik, pihak promotor masih mencoba melakukan negosiasi dan melakukan perbaikan bersama, walaupun tetap tidak bisa dilakukan perbaikan dan konser terpaksa dibatalkan.

Jam 10.00 WIB penukaran voucher dengan tiket dibuka, venue masih terlihat sepi, masih wajar.

Jam 12.00 WIB Mulai ada yang aneh dengan venue, tidak terlihat ada spanduk, poster, atau umbul-umbul seperti tidak akan ada konser.

Jam 14.00 WIB Setting panggung sudah sangat mencurigakan, terlihat mulai berhenti, kru setting pun sangat sedikit.

Jam 15.00 WIB Setting panggung berhenti total. Hal vital seperti sound, drumset, dll sama sekali tidak terlihat. Namun di gate sudah terlihat ada penonton yang antri yang sangat antusias. Ticket box pun sempat ditutup. Mungkin sedang istirahat, padahal semakin banyak calon penonton yang datang

Jam 16.00 WIB Calon penonton semakin bertambah, antrian di gate semakin ramai, begitu juga antrian di ticket box, calo pun bertebaran. Namun gate hanya dijaga security. Kru yang ada di venue sangat sedikit. Stand merchandise dan makanan dikosongkan. Polisi dan mobil gas air mata. Tiket masih dijual.

Jam 16.30 WIB euforia di gate terlihat luar biasa, namun di luar pagar gate terlihat promotor berdiskusi dengan polisi bahwa konser dibatalkan. Dan terlihat dari pihak promotor mengumumkan bahwa konser ditunda

Jam 17.00 WIB ketika euforia penonton di gate sampai di puncak, polisi mengumumkan bahwa konser dibatalkan. Sempat terjadi kericuhan.

Jam 17.30 WIB penonton mulai masuk ke area panggung. Menyedihkan panggung kosong, tidak ada sound, ataupun kelengkapan panggung lainnya. Pihak promotor mengumumkan via twitter konser dibatalkan karena masalah keamanan dan kondisi Indonesia yang tidak kondusif.

Jam 18.00 WIB Klarifikasi dari official A7X bahwa konser dibatalkan karena murni masalah panggung yang tidak layak dan tidak aman. Wartawan mulai berdatangan untuk meliput.

Jam 20.00 WIB stage sepi, banyak calon penonton yang sudah pulang. Kekecewaan jelas terlihat, banyak juga yang kesal, dan banyak juga yang galau. A7X pun langsung meninggalkan Indonesia dengan meminta bantuan Java Musikindo.

 

Sebenarnya sejak siang dari pihak official A7X sudah membatalkan konser namun karena masih ada negosiasi hal ini belum diumumkan ke publik. Anehnya sampai detik-detik menjelang konser tiket tetap dijual. Dan pengumuman dibatalkannya konser tidak disampaikan langsung oleh promotor namun polisi, itu juga di detik-detik menjelang konser.

Promotor jelas memaksakan diri dengan mendatangkan 2 artis dalam 1 pekan, yang ternyata jumlah kru promotor sangat terbatas. Dan promotor terlalu fokus dengan konser Super Junior sehingga menyepelekan dan menyerahkan urusan stage A7X pada wedding organizer, dan jadilah Bamboo Stage (sindiran Papa Gates). Walaupun sebenarnya Super Junior menyiapkan (membawa) panggung mereka sendiri, pihak promotor hanya menyediakan akomodasi, hotel dan sewa stadion.

Keanehan juga terlihat dari sedikit nya penonton yang datang bila dibandingkan dengan tiket yang sudah terjual di pre-sale. Hanya seribuan penonton yang datang di hari itu, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Dengan tidak adanya iklan di media massa juga merupakan kejelasan bahwa promotor sangat menyepelekan dan mencoba mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Jelas tidak ada euforia (selain bagi fans yang tau) tentang kedatangan A7X ke Indonesia, sampai hari H pun masih banyak yang bertanya tentang kepastian itu.

 

Refund tiket pun dilakukan Sabtu (05/01/12) terjadi kekacauan juga, awalnya mereka mengumumkan refund tiket dilakukan di Twin Plaza, dan setelah dihubungi wartawan pihak Twin Plaza tidak mengetahui hal ini. Refund pun dipindahkan di PRJ, fans A7X dipaksa antri ditempat yang panas, sistem promotor pun berantakan, pencarian database dilakukan secara manual, 1 orang bisa mencapai 15 menit untuk refund. Jelas menambah kekecawaan fans A7X. Itu pun hanya berlaku bagi mereka yang beli pre-sale dan di kantor promotor langsung. Sebaliknya refund  di Rajakarcis dan Panorama sangat lancar dan dipermudah. Bahkan bagi mereka yang beli di IbuDibjo pun lebih enak, mereka ditelepon untuk refund.

 

Begitulah kronologi dari kejadian tersebut, semoga kita mendapatkan hikmah akan kejadian tersebut, ya memang untuk saat ini masih banyak juga fans yang masih belum bisa move on, namun apabila mereka niat bersungguh-sungguh ingin move on dari kejadian tersebut, maka niscaya mereka akan mampu melakukannya.

 

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s